Permendikbud Terbaru 2016


Sebagai dasar penyelenggaraan pembelajaran tahun 2016/2017 Kemendikbud mengeluarkan beberapa regulasi baru diantaranya:

  1. Permendikbud No. 020 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan
  2. Permendikbud No. 020 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan (lampiran)
  3. Permendikbud No. 021 Tahun 2016 tentang Standar Isi
  4. Permendikbud No. 021 Tahun 2016 tentang Standar Isi (lampiran)
  5. Permendikbud No. 022 Tahun 2016 tentang Standar Proses
  6. Permendikbud No. 022 Tahun 2016 tentang Standar Proses (lampiran)
  7. Permendikbud No. 023 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian
  8. Permendikbud No. 024 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013

Administrasi Pembelajaran Guru


Tahun pembelajaran baru akan segera tiba. Guru dituntut menyiapkan persiapan dalam segala hal, termasuk administrasi pembelajaran. Perangkat yang harus disiapkan guru dapat diunduh di bawah ini:

  1. Kalender Akademik
  2. Perhitungan Minggu dan Jam Efektif
  3. Program Tahunan
  4. Program Semester (proses pengeditan)
  5. Silabus Pembelajaran
  6. Pemetaan Kompetensi Dasar (proses pengeditan)
  7. Pemetaan Penilaian (proses pengeditan)
  8. Rencana Persiapan Pembelajaran – RPP (proses pengeditan)
  9. Kriteria Ketuntasan Minimal – KKM (proses pengeditan)
  10. Buku Guru Kelas VII Bahasa Indonesia (terbaru)
  11. Buku Siswa Kelas VII Bahasa Indonesia (terbaru)

Bapak-Ibu ingin memahami penilaian? Silahkan unduh buku penilaian berikut:

BUKU PANDUAN PENILAIAN SMP 2015

 

Teknik Pembelajaran Bahasa Indonesia


Teknik Pembelajaran Word Flow

Teknik Pembelajaran Word Flow cukup relevan diterapkan dalam kegiatan belajar Bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia. Word flow disebut juga kata mengalir karena dalam prosesnya kata diproduksi mengalir sampai membentuk kalimat. Tujuan yang ingin dicapai dari teknik kata word flow adalah cara pembelajaran yang menarik, menyenangkan dan menantang dapat tercapai. Dalam prosesnya siswa memproduksi kalimat sebanyak-banyaknya dengan kata-kata sendiri. Menurut Suyatno (2007:43) prosedur pelaksanaan teknik pembelajaran ini adalah sebagai berikut: Continue reading

UNIKNYA BAHASA INDONESIA


Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi yang dipakai sehari-hari oleh orang Indonesia. Indonesia merupakan tempat dimana 748 bahasa yang tersebar di seluruh penjuru negeri dan dipakai secara berbeda antara satu bahasa dengan yang lainnya, bahasa Indonesia membantu orang Indonesia untuk berkomunikasi antara satu dan yang lainnya. Karena populasinya yang besar, jumlah penduduk yang memakai bahasa Indonesia dengan fasih hampir mencapai 100% dari jumlah penduduk Indonesia, yang mana menjadikan bahasa Indonesia, dan juga melayu menjadi salah satu bahasa yang paling banyak di pakai di dunia. Nama bahasa Indonesia untuk bahasa nya sendiri adalah Bahasa Indonesia (secara harfiah berarti “bahasa dari Indonesia”). Istilah ini kadang-kadang ditemukan dalam bahasa Inggris. Bahasa Indonesia kadang-kadang disebut “Bahasa” oleh penutur bahasa Inggris, walaupun secara harfiah hanya berarti “bahasa”.

Meskipun dipahami dan dituturkan oleh warga Indonesia, Bahasa Indonesia bukanlah bahasa ibu bagi kebanyakan penuturnya. Sebagian besar warga Indonesia menggunakan salah satu dari 748 bahasa yang ada di Indonesia sebagai bahasa ibu. Setiap bahasa mewakili satu etnik grup yang menggunakan bahasa tersebut sebagai alat komunikasi antar sesama suku. Penutur Bahasa Indonesia kerap kali menggunakan versi sehari-hari (kolokial) dan/atau mencampuradukkan dengan dialek lainnya. Misalnya, kebanyakan Indonesia, selain berbicara menggunakan bahasa nasional, juga kebanyakan fasih menggunakan bahasa daerah lainnya (Contohnya bahasa Jawa, bahasa Sunda, dan bahasa Madura) yang mana biasanya digunakan secara umum dalam komunitas lokal di daerah tertentu.

Bahasa Indonesia sendiri di tulis dalam tulisan Latin. Yang mana relatif cukup mudah untuk dipelajari. Bahasa Indonesia pada dasarnya berasal dari ejaan bahasa Belanda dan masih memiliki beberapa persamaan dengannya. Huruf konsonan direpresentasikan dalam cara yang mirip dalam bahasa Italia, walaupun /c/ selalu dieja /tʃ/ (seperti dalam bahasa Inggris /ch/), /g/ seperti /ɡ/ (“keras”) and /j/ direpresentasikan dengan /dʒ/ seperti halnya dalam bahasa Inggris. Tidak seperti bahasa Jerman atau bahasa Inggris, cara orang Indonesia mengucapkan huruf tersebut sama dengan apa yang tertulis.

Silakan lihat video berikut ini, bagaimana Wayne Rooney dan pemain Manchester United lainnya belajar bahasa Indonesia!

Cara orang Indonesia berkomunikasi sekarang ini, terkhususnya generasi muda menggunakan bahasa yang cukup berbeda dalam menggunakan istilah dalam percakapan sehari-hari/kolokial dan bahasa gaul. Istilah ‘bahasa gaul’ seringkali diaplikasikan dari bahasa sehari-hari bahasa Indonesia Jakarta (Jakarta adalah ibukota dari Indonesia) yang mana tidak digunakan dalam bahasa formal Indonesia. Akan tetapi, banyak dari istilah tersebut digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dalam percakapan orang Jakarta terdidik bahasa tersebut dianggap sebagai bahasa percakapan standar sehari-hari oleh kebanyak orang Indonesia lainnya. Yang menarik adalah bahwa banyak bahasa gaul yang diciptakan berdasarkan adopsi dari bahasa daerah diantara 748 bahasa yang ada tersebut.

Sumber: http://www.lexiophiles.com

Permendikbud Nomor 144 tentang Kriteria Kelulusan Peserta Ujian Nasional 2015


Permendikbud Nomor 144 tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik dari Satuan Pendidikan dan Penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan dan Ujian Nasional tahun pelajaran 2014/2015 dinyatakan bahwa:

(1) Kriteria kelulusan peserta didik untuk Ujian Nasional (UN) SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB/SMK/MAK, Program Paket B/Wustha, dan Program Paket C adalah:
a. NA setiap mata pelajaran yang diujinasionalkan paling rendah 4,0 (empat koma nol); dan
b. rata-rata NA untuk semua mata pelajaran paling rendah 5,5 (lima koma lima).

(2) NA merupakan gabungan Nilai S/M/PK dan Nilai UN dengan bobot 50% Nilai S/M/PK dan 50% Nilai UN.

Pada pasal 5 Permendikbud Nomor 144 tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik dari Satuan Pendidikan dan Penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan dan Ujian Nasional tahun pelajaran 2014/2015 dinyatakan bahwa:

(1) Kriteria kelulusan peserta didik dari Ujian S/M/PK untuk semua mata pelajaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf c ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan perolehan Nilai S/M/PK.

(2) Kriteria kelulusan peserta didik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup mínimal rata-rata nilai dan mínimal nilai setiap mata pelajaran yang ditetapkan oleh satuan pendidikan.

(3) Nilai S/M/PK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperoleh dari gabungan:

a. Rata-rata nilai rapor dengan bobot 70%:

1) Semester I sampai dengan semester V pada SMP/MTs, SMPLB, dan Paket B/Wustha;

2) Semester III sampai dengan semester V pada SMA/MA, SMALB, SMK/MAK, dan Paket C;

3) Semester I sampai dengan semester V bagi SMP/MTs dan SMA/MA yang menerapkan SKS.

b. Nilai Ujian S/M/PK dengan bobot 30%.

Sedangkan pada Pasal 7 Permendikbud Nomor 144 tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik dari Satuan Pendidikan dan Penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan dan Ujian Nasional tahun pelajaran 2014/2015 ditegaskan bahwa Kelulusan peserta didik dari:

a. SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, SMK/MAK ditetapkan oleh setiap satuan pendidikan yang bersangkutan dalam rapat dewan guru.

b. Program Paket B/Wustha dan Program Paket C ditetapkan oleh setiap satuan pendidikan yang bersangkutan dalam rapat dewan tutor bersama Pamong Belajar pada SKB Pembina.

Selengkapnya silahkan download  di bawah ini:
PERMENDIKBUD NOMOR 144 TENTANG KRITERIA KELULUSAN PESERTA DIDIK TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Permendiknas Pembelajaran dan Penilaian Kurikulum 2013 No. 103 & 104 Tahun 2014


Dalam rangka penyempurnaan implemenntasi Kurikulum 2013, baru-baru ini sebagai pengganti Permendikbud No. 81a dan 58 Tahun 2014, Kemendikbud mengeluarkan Permendikbud No. 103 dan 104 Tahun 2014.

Untuk lebih jelasnya silahkan unduh link berikut:

1. Permendikbud No. 103 tahun 2014 (tentang pembelajaran di pendidikan dasar dan menengah) 

2. Permendikbud No. 104 Tahun 2014 (tentang penilaian kurikulum 2013)

Memahami dan Mengimplementasikan Kurikulum 2013


Kurikulum merupakan salah satu unsur yang memberikan kontribusi untuk mewujudkan proses berkembangnya kualitas potensi peserta didik tersebut. Kurikulum 2013 dikembangkan berbasis pada kompetensi sangat diperlukan sebagai instrumen untuk mengarahkan peserta didik menjadi:

(1) manusia berkualitas yang mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah;

(2) manusia terdidik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri; dan

(3) warga negara yang demokratis, bertanggung jawab.

Pengembangan Kurikulum 2013 merupakan langkah lanjutan Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dan KTSP 2006 yang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu.

Mengapa perlu adanya pengembangan Kurikulum?

Apa saja elemen perubahan dalam Kurikulum 2013?

Bagaimana strategi implementasi Kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran?

Apa perbedaan kompetensi peserta didik pada Kurkulum 2006 dan Kurikulum 2013?

Bagaimana pendekatan dan model-model pembelajaran dalam Kurikulum 2013?

Bagaimana penilaian pembelajaran dalam Kurikulum 2013?

Untuk menjawab semua pertanyaan tersebut mari kita unduh dan pahami materi tanyangan berikut:

1. Rasional Kurikulum 2013

2. Elemen Perubahan Kurikulum 2013

3. SKL, KI, dan KD Kurikulum 2013

4. Strategi Implementasi Kurikulum 2013

5. Contoh Keterkaitan KI-KD Bahasa Indonesia SMP

6. Konsep Pendekatan Saintifik

7. Kedudukan dan Fungsi Buku Guru dan Buku Siswa

8. Struktur Buku Guru

9. Struktur Buku Siswa

10. Penilaian Pembelajaran pada Kurikulum 2013

11. Penerapan Pendektan Saintifik

12. Model Discovery

13. Contoh Penerapan Model Discovery

14. Pembelajaran Berbasis Masalah

15. Contoh Pembelajaran Berbasis Masalah

16. Pembelajaran Berbasis Proyek

17. Contoh Pembelajaran Berbasis Proyek

18. Penilaian dan Rapor

19. Rambu-rambu Penyusunan RPP

20. Prinsip-prinsip Pelaksanaan Pembelajaran

Etimologi Kata “Kepo”


Istilah gaul di zaman sekarang memang semakin menjamur. Biasanya pengguna bahasa gaul ini adalah kebanyakan dari kalangan anak sekolah. Banyak anak sekolah menggunakan bahasa gaul ini untuk menjaga eksistensinya dalam pergaulan. Kata gaul apa yang sekarang (tahun 2012, red) sedang akrab di anak gaul indonesia? Jawabanya adalah “Kepo”.

Kata ini bisa kita dengar di angkot, bus maupun di sekolah dan pemakainya adalah dari kalangan anak sekolah. Misal ” ih Kepo banget sih loooo!!!”. Bagi orang yang gaul di jaman koes plus mungkin akan bertanya-tanya. Ini jawabannya yang berhasil di susun serupedia.

Kepo berasal dari kata Kaypoh. Bahasa Hokkien yang banyak dipake di Singapura dan sekitarnya. Sama seperti fudul, kepo berarti ingin tahu, mencampuri urusan orang lain, dan nggak bisa diam. Kata ini punya konotasi yang rada negatif. ” Dia udah putus belom sama sih sama ceweknya?””Iiih, kep banget si loo!”.

Dalam keterangan lain, Kepo adalah akronim dari Knowing every Particular Object adalah sebutan untuk orang yang serba tahu detail dari sesuatu, apapun yang lewat di hadapannya selama itu terlihat oleh matanya walaupun hanya sekelebat

dalam beberapa kasus orang kepo adalah orang yang serba ingin tahu, bisa jadi kayak semacam kecanduan untuk tahu segala hal yang sepele dan itu bisa dia unggulkan sebagai kekuatan orang tersebut.

Nah dari informasi di atas jadi kita tahu kan arti dan asal kata kepo yang sekarang lagi ngetren itu.

Semoga bermanfaat.

Sumber: Forum Vivanews

Lomba Inovasi Pembelajaran bagi Guru SMP Tingkat Nasional Tahun 2014


lomba inobelKesempatan bagi rekan-rekan guru untuk melakukan publikasi ilmiah. Kementerian pendidikan dan kebudayaan menyelenggarakan lomba inobel bagi guru SMP.

Tema Lomba Inobel bagi Guru SMP Tingkat Nasional Tahun 2014 adalah “Inovasiku mendukung Implementasi Kurikulum 2013 Menyiapkan Generasi Emas tahun 2045”. Materi lomba berupa pengembangan dari tema. Isi karya yang dilombakan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan yang berkaitan dengan pengembangan pendekatan, metode, model, strategi, dan media pembelajaran.
Ketentuan Lomba
1. Peserta lomba hanya diperbolehkan mengirimkan satu karya dan dokumen pendukung Inobel.
2. Karya Inobel dikirim berupa naskah atau dokumen tertulis disertai media pembelajaran dalam bentuk hardcopy dan softcopy.
3. Naskah diketik mengikuti teknik dan sistematika penulisan yang ditentukan.

Persyaratan Peserta Persyaratan peserta Lomba Inobel bagi Guru SMP Tingkat Nasional Tahun 2014, adalah:
a. Guru SMP yang memiliki NUPTK dengan melampirkan surat rekomendasi dari Kepala Sekolah;
b. Guru SMP yang terdaftar dalam Data Pokok Kependidikan (DAPODIK) dengan melampirkan fotokopi DAPODIK.
c. Melampirkan biodata sesuai dengan format terlampir;
d. Memiliki kualifikasi akademik minimum Sarjana (S1) atau Diploma 4 (D-IV) (melampirkan fotokopi ijazah dan dilegalisasi oleh atasan);
e. Melaksanakan pembelajaran minimum 2 (dua) tahun berturut-turut sebagai guru mata pelajaran yang diampu dengan beban mengajar minimal 24 jam per minggu (melampirkan fotokopi surat tugas mengajar dari kepala sekolah);
f. Sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter; dan
g. Belum pernah menjadi juara Guru SMP Berprestasi Tingkat Nasional untuk tahun 2012, 2013, dan 2014 (melampirkan surat pernyataan).
h. Surat Rekomendasi dari MGMP SMP tentang telah mendesiminasikan/ mempublikasikan di tingkat MGMP (melampirkan surat rekomendasi).

Persyaratan Karya
Persyaratan karya yang diikutkan dalam Lomba Inobel bagi Guru SMP Tingkat Nasional Tahun 2014 sebagai berikut.
a. Karya Inovasi bersifat individual.
b. Dibuat 3 (tiga) tahun terakhir.
c. Telah didesiminasikan minimal setingkat MGMP
d. Belum pernah diikutsertakan dalam lomba sejenis baik secara nasional maupun internasional.
e. Naskah dan dokumen pendukung dibuat rangkap 2 (dua) asli.
Empat persyaratan (a, b, c, d) tersebut dinyatakan dengan surat pernyataan ditandatangani yang bersangkutan di atas kertas bermaterai.

Waktu Pelaksanaan
Satuan Pendidikan mengirim karya Inobel terbaik hasil seleksi di sekolah ke Dinas Kabupaten/Kota paling lambat) Mei 2014 (stempel pos
Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota mengirimkan 1 (satu) naskah Inobel terbaik hasil seleksi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota ke P2TK Dikdas dengan tembusan ke Dinas Pendidikan Provinsi paling lambat) 30 Juni 2014 (stempel pos) dan sudah diterima oleh panitia pusat pada 15 Juli 2014.

Untuk lebih jelas, silakan download pedoman lomba Inobel 2014 di sini

Kosakata Baru Bahasa Indonesia


kbbiBahasa selalu berkembang. Selaras dengan peradaban manusia, kata-kata baru akan terus bermunculan. Dulu kita belum mengenal internet. Sekarang, kita telah mengenal dunia maya. Efeknya, kata-kata baru tentu bermunculan. Karena berevolusi (termasuk karena radiasi nuklir), tumbuhan dan hewan baru seakan bermunculan sehingga kata-kata baru diciptakan untuk menamainya.
Namun, ada pula yang punah sehingga suatu kata kemudian ikut lenyap ditelan zaman.
Kata-kata baru tersebut di antaranya muncul untuk menggantikan istilah-istilah asing.

  1. daring = Dalam Jaringan/Online
  2. inersia = Kelembaman, sifat menentang atau menghambat perubahan momentum atau keadaan gerak benda bersangkutan
  3. laman = halaman depan/muka buku atau situs; untuk menggantikan kata home page
  4. luring = Luar Jaringan/Offline
  5. pelantang = microphone
  6. partikelir = bukan untuk umum; bukan kepunyaan pemerintah; bukan (milik) dinas; swasta
  7. rasuah (Bhs Arab: Rasy-wah /rasy-wah) = pemberian untuk menyogok (menyuap); uang sogok (suap)
  8. renjana = rasa hati yg kuat (rindu, cinta kasih, berahi, dsb)
  9. teroka (meneroka) = membuka daerah atau tanah baru (untuk sawah, ladang, dsb); merintis; menjelajahi
  10. tubin = hari keempat dari sekarang (hari sesudah tulat)
  11. tulat = hari ketiga dari sekarang (hari sesudah lusa)

Silakan cek di Kamus Besar B.Indonesia Daring

Sumber: yadi

Materi Pengayaan Ujian Nasional SMP 2014


Ujian Nasional sudah di depan mata, berbagai persiapan telah dilakukan baik oleh guru maupun siswa.

Sebagai bahan untuk belajar  siswa kelas 9 SMP/MTs silahkan pelajari materi pengayaan UN 2014 ini. Terdiri dari 3 paket soal disertai kunci jawaban dan pembahasan, diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan SMP Kemdikbud secara gratis.

Lebih lengkapnya silahkan unduh melalui link dibawah :

Model-model Pembelajaran Kooperatif


Dalam kegiatan belajar mengajar guru dapat menerapkan beberapa model pembelajaran sesuai dengan kondisi kelas dan materi yang diajarkan. Model Pembelajaran yang efektif untuk diterapkan di kelas adalah pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif atau Cooperative Learning mengacu pada metode pengajaran yang di dalamnya membimbing siswa bekerja bersama dalam satu kelompok kecil, saling membantu dalam belajar. Dalam Pembelajaran kooperatif siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil yang memiliki kemampuan yang berbeda-beda satu sama lain.

Dengan Model Pembelajaran Cooperative Learning ini mampu merangsang dan menggugah potensi siswa secara optimal dalam suasana belajar pada kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 2 sampai 6 orang siswa. Pada saat siswa belajar dalam kelompok akan berkembang suasana belajar yang terbuka dalam dimensi kesejawatan, karena pada saat itu akan terjadi proses belajar kolaboratif dalam hubungan pribadi yang saling membutuhkan. Pada saat itu juga siswa yang belajar dalam kelompok kecil akan tumbuh dan berkembang pola belajar tutor sebaya (peer group) dan belajar secara bekerja sama (cooperative).

Berikut ini contoh model pembelajaran kooperatif dengan beberapa tipe yang dapat diterapkan oleh guru dalam pembelajaran di kelas antara lain: Continue reading

Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Kurikulum 2013


Anak bertanyaPembelajaran  bahasa Indonesia pada kurikulum 2013 bermuara pada pengembangan kompetensi dalam ranah sikap (KI-1 dan KI-2), pengetahuan (KI-3), dan  (KI-4) keterampilan. Pendekatan berbasis teks yang dikembangkan pada kurikulum ini diaplikasikan melalui KBM yang mendorong peserta didik untuk mengembangkan pengetahuan (KI-3) dan keterampilan (KI-4) mereka dalam memahami dan menyusun berbagai jenis teks sesuai dengan jenjang.

Pengembangan sikap (KI-1 dan KI-2) tidak menjadi bagian tersendiri sebagai sesuatu yang diajarkan dalam proses pembelajaran.

Kompetensi dasar yang terdapat pada KI-1 dan KI-2 dikembangkan melalui integrasi dalam pengembangan kompetensi pengetahuan dan keterampilan. Sebagai contoh, ketika peserta didik mempelajari struktur teks laporan observasi dan mengaplikasikan konsep tersebut melalui penyusunan teks, sikap-sikap yang diinginkan pada KD di KI-2, yaitu disiplin, tanggung jawab, dan kerja keras. Guru harus selalu terus menerus mengembangkan sikap-sikap ini di dalam KBM.

Continue reading

Jadwal Ujian Nasional 2014 (Download POS UN 2013/2014)


ujian nasionalBadan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) telah menerbitkan Peraturan BNSP No. 0022/P/BNSP/XI/2013 tentang Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Nasional (POS-UN) tahun Pelajaran 2013-2014.

POS-UN tahun Pelajaran 2013-2014 merupakan dasar yang harus dijadikan pelaksanaan Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2013/2014.

Jadwal Pelaksanaan Ujian Nasional:

a. SMA-SMK

jadwal un sma

b. SMP-MTs

jadwal un smp

Bagi Anda yang membutuhkan file tentang POS UN 2014, Permendikbud No. 97/2013 tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik, dan Kisi-Kisi Ujian Nasional tahun Pelajaran 2013/2014, silahkan unduh file di bawah:

1. POS Ujian Nasional 2014

2. Permendikbud No. 97/2013

3. Kisi-kisi Ujian Nasional 2014

(berdasarkan pasal 22 ayat 4  Permendikbud No. 97/2013, kisi-kisi yang digunakan dalam Ujian Nasional tahun 2014 ini menggunakan kisi-kisi soal UN tahun pelajaran 2012/2013 yang ditetapkan dalam Peraturan BSNP Nomor 0019/P/BSNP/XI/2012.