Teks Laporan Percobaan (Bahasa Indonesia Kelas IX Semester 1)


Pengertian Teks Laporan Percobaan

Teks laporan percobaan adalah teks yang berisi paparan tentang tujuan, proses, dan hasil percobaan. Teks laporan percobaan merupakan teks yang menceritakan tentang percobaan yang dilakukan oleh peneliti. Teks laporan percobaan umumnya digunakan untuk melaporkan hasil percobaan, karya ilmiah, atau laporan praktikum. Tujuan teks laporan hasil percobaan adalah untuk memberikan informasi kepada pembaca tentang hasil percobaan yang telah dibuat. Teks laporan hasil percobaan bersifat umum atau universal.

Ciri-Ciri Teks Laporan Hasil Percobaan

  • Melaporkan hasil percobaan.
  • Percobaan ilmiah dilakukan guna menguji sesuatu.
  • Teks laporan percobaan diawali dengan memaparkan tujuan percobaan.
  • Memaparkan bahan dan alat yang diperlukan untuk melasanakan percobaan.
  • Memaparkan prosedur melaksanakan percobaan dan melakukan pengamatan.
  • Memaparkan pencatatan hasil percobaan.
  • Diakhir laporan diaparkan simpulan hasil percobaan berdasarkan hasil analisis terhadap data hasil pengamatan.

Struktur Isi Teks Laporan Percobaan

  • Judul.
  • Tujuan.
  • Bahan dan alat.
  • Langkah-langkah kegiatan.
  • Hasil percobaan.
  • Simpulan.

Cara Membuat Teks Laporan Percobaan

Menulis Struktur Teks Laporan Percobaan

Langkah pertama membuat teks laporan percobaan adalah membuat struktur teks laporan percobaan terlebih dahulu. Langkah ini dapat dimulai dari menulis judul. tujuan percobaan, alat dan bahan yang digunakan, dan langkah awal hingga akhir percobaan. Kemudian, tulislah hasil percobaan dalam bentuk tabel, grafik, bagan atau gambar supaya pembaca lebih mudah untuk memahami hasilnya. Setelah semuanya selesai, tulislah kesimpulan dari percobaan yang telah dilakukan.

Mengembangkan Kerangka Menjadi Sebuah Teks

Setelah menyelesaikan kerangka tadi, kemudian kembangkanlah menjadi sebuah teks. Jangan lupa juga untuk memerhatikan kaidah kebahasaannya yang digunakan supaya teks percobaan mudah dipahami oleh pembaca.

Kaidah Kebahasaan Teks Laporan Percobaan

Dibawah ini merupakan kaidah kebahasaan teks laporan percobaan.

Menggunakan Sinonim dan Antonim

Umumnya pada teks laporan percobaan terdapat kata yang bersinonim dan kata yang berantonim. Sinonim merupakan persamaan kata, sedangkan antonim merupakan lawan kata. Pada teks laporan percobaan, sinonim dan antonim biasanya terdapat pada bagian langkah-langkan percobaan.

Menggunakan Kata Bilangan

Kata bilangan pada teks laporan percobaan menunjukan jumlah bahan yang digunakan dalam percobaan.

Menggunakan Kalimat Perintah

Contoh kalimat perintah pada teks laporan percobaan diantaranya adalah siapkan, aduklah, hindari, tambahkan, tuangkan, sebaiknya, cmpurkan, dan lain sebagainya.

Menggunakan Kata Hubung

Selain menggunakan kata perintah, teks laporan percobaan juga menggunakan kata hubung. Cotoh kata hubung dalam teks laporan percobaan diantaranya adalah dan, tetapi, apabila, saat, jika, sehingga, meskipun, dan lainnya.

 

Contoh Teks Laporan Percobaan

Dibawah ini merupakan salah satu contoh teks laporan percobaan.

Membuat Slime Tanpa Boraks

Tujuan :

Tujuan dari pembuatan slime tanpa boraks ini adalah agar menjadi lebih kreatif dan mampu berinovasi dalam berkreativitas. Cara membuat slime ini cukup mudah sekali serta tidak memakan banyak biaya.

Alat dan Bahan :
  • Lem povinal secukupnya.
  • Deterjen bubuk secukupnya.
  • Deterjen cair secukupnya.
  • Pembersih lantai secukupnya.
  • Air secukupnya.
  • Alat pengaduk (mixer, sendok, atau tangan).
  • Wadah tempat slime (baskom atau yang lainnya).
Langkah-Langkah :
  • Mula-mula, campurkan terlebih dahulu lem povinal, pembersih lantai, deterjen cair, deterjen bubuk, dan air secukupnya saja ke dalam wadah slime. Campuran ini disebut dengan activator.
  • Aduklah campuran tersebut sampai merata.
  • Kemudian tambahkan lem povinal kedalam campuran activator.
  • Aduk lagi hingga struktur atau bentuknya menggumpal.
  • Masukkan ke dalam freezer selama lima sampai sepuluh menit.
  • Setelah itu, keluarkan adonan tersebut dari freezer.
  • Aduk lagi sampai bisa dimainkan.
  • Slime tanpa boraks pun sudah dapat dimainkan.
Hasil :

Setelah melakukan percobaan ini, kita dapat mempunyai slime yang aman digunakan tanpa menggunakan boraks. Saat ini, slime tanpa boraks sangat populer dikalangan anak-anak dan remaja.

Kesimpulan :

Dengan membuat sendiri slime tanpa boraks, kreativitas serta pengetahuan kita menjadi bertambah. Selain itu, slime tanpa boraks ini biayanya cukup murah dan terjangkau. Slime ini juga aman apabila terkena kulit sebab tidak mengandung boraks.

Buku Kerja Guru


Untuk memenuhi kelengkapan dan bukti fisik administrasi, guru harus menyiapkan dan mendokumentasikannya dalam bentuk Buku Kerja Guru yang terbagi ke dalam empat kelompok:

BUKU KERJA GURU 1
1. Analisis Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
2. Analisis Keterkaitan KI dan KD dengan IPK dan Materi Pembelajaran
3. Pemetaan Kompetensi
4. Identifikasi Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
5. Silabus Pembelajaran
6. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
7. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

BUKU KERJA GURU 2
1. Kode Etik Guru Indonesia
2. Ikrar-Janji Sumpah Guru
3. Tata Tertib Guru
4. Kegiatan Pembiasaan Guru dan Siswa
5. Kalender Pendidikan dan Akademik
6. Rincian Minggu Efektif Mengajar
7. Program Tahunan
8. Program Semester
9. Jurnal Agenda Harian

BUKU KERJA GURU 3
1. Daftar Hadir Peserta Didik
2. Daftar Nilai Peserta Didik
3. Analisis Penilaian Harian
4. Daftar Buku Pegangan Guru dan Siswa
5. Kisi-kisi UH, PTS, PAS, PAT
6. Analisis Butir Soal
7. Format Perbaikan Soal
8. Kartu Soal

BUKU KERJA GURU 4
1. Evaluasi Diri Guru
2. Program Tindak Lanjut

buker

 

5 Contoh Kalimat Ambiguitas dalam Bahasa Indonesia


Salah satu di antara jenis-jenis kalimat yang ada adalah kalimat ambiguitas atau yang disebut juga dengan nama kalimat ambigu. Kalimat ini merupakan kalimat yang mempunyai makna yang bias atau punya lebih dari satuu makna. Kalimat ini sendiri terbagi atas beberapa macam, di mana macam-macam kalimat ambiguitas sendiri antara lain: kalimat ambiguitas fonetik, kalimat ambiguitas gramatikal, dan kalimat ambiguitas leksikal.

Kalimat ambiguitas fonetik merupakan kalimat ambiguitas yang maknanya bias karena adanya kata yang bisa diucapkan lebih dari satu pelafalan. Misalnya: kata tahu yang bisa diucapkan dengan ucapan tahu dan juga tau. 

Kalimat ambiguitas gramatikal merupakan kalimat yang maknanya bias akibat adanya proses ketatabahasaan (gramatikal) yang terjadi pada kata/frasa/klausa yang ada di dalam kalimat ini. Sementara itu, kalimat ambiguitas leksikal merupakan kalimat yang maknanya bias akibat adanya suatu kata yang maknanya bias atau lebih dari satu. Misalnya: kata hak yang bisa bermakna sepatu perempuan atau sesuatu atau kebutuhan dasar yang harus ada dalam diri manusia.

Untuk mengetahui seperti apa bentuk ketiga kalimat ambiguitas tersebut, maka ketiga artikel tersebut akan ditampilkan beberapa contoh di antaranya. Adapun contoh-contoh tersebut adalah sebagaimana berikut ini!

A. Contoh Kalimat Ambiguitas Fonetik

  • Tadi siang dia sudah kuberi tahu.
    • Kalimat ini bisa bermakna tadi siang dia sudah kuberi tahu (makanan)atau tadi siang dia sudah kuberi tahu (pemberitahuan/informasi).
  • Orang itu terlihat seperti beruang.
    • Kalimat ini bisa bermakna orang itu terlihat seperti beruang (nama hewan), atau orang itu terlihat seprti beruang (dibaca ber uang atau orang yang punya banyak uang)
  • Kita sudah jamak.
    • Kalimat ini bisa dibaca kita sudah jamak dan bermakna kita sudah banyak, atau bisa dibaca kita sudah jama’ dan bermakna kita sudah mengganti salat kita.

B. Contoh Kalimat Ambiguitas Gramatikal

  • Budi ayah ibu pergi

Secara gramatikal, klausa di atas bisa bermakna Budi, ayah dan ibu pergi dulu ya, atau bisa juga bermakna Budi, ayah, dan ibu sedang pergi. Makna tersebut tergantung dari kalimat apa yang hendak dibentuk oleh kalusa tersebut. Jika kalimat yang dibentuk adalah Budi, ayah dan ibu pergi dulu ya!, maka makna klausa tersebut tentu adalah makna pertama yang telah disebutkan sebelumnya. Namun, jiika kalimat yang dibentuk adlaah Budi, ayah, dan ibu sedang pergi dari rumah, maka makna kedualah (Budi, ayah, dan ibu sedang pergi) yang hendak dimaksud oleh klausa tersebut.

C. Contoh Kalimat Ambiguitas Leksikal

  • Putih
    • Hari ini, Rani memakai baju berwarna putih. (putih di sini bermakna warna serupa warna kapas)
    • Sungguh, hati wanita itu amatlah putih sekali. (putih di sini bermakna suci, bersih, atau tulus)

Demikianlah beberapa contoh macam-macam kalimat ambiguitas dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat dan mampu menambah wawasan baru bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai kalimat ambiguitas khususnya, maupun materi pembelajaran bahasa Indonesia pada umumnya.

Sumber: https://dosenbahasa.com

50 Kalimat Aktif dan Pasif – Jenis dan Contohnya


Membuat kalimat juga membutuhkan sentuhan seni oleh penulisnya. Seni dalam tulisan mencakup cara seorang penulis merangkai kata-katanya, memberikan imbuhan serta menjadikannya lebih bermakna. Pembaca tidak akan bosan ketika kita menyajikan bacaan tidak secara monoton, termasuk di dalam memilah-milah kalimat aktif maupun pasif. Bagi anda yang ingin lebih menarik minat pembaca dengan mengotak-atik kalimat menjadi aktif atau pasif silahkan pelajari kajian berikut.

Kalimat aktif dan pasif merupakan pembagian jenis jenis kalimat berdasarkan subjeknya, dan dalam penyusunan sebuah kalimat kita tidak luput dari penggunaan tanda baca. Sebelum mempelajari kalimat aktif dan pasif berserta contohnya, sebaiknya kita pelajari terlebih dahulu unsur-unsur pembentuk suatu kalimat. Satu kalimat lengkap terdiri subjek (pelaku), predikat atau verba (kata kerja), objek dan kata keterangan.

  • Subjek (S) adalah suatu kata yang menjadi bagian dari kalimat yang menandai sesuatu yang disampaikan oleh pembicara. Contoh subjek meliputi aku, kamu, dia, mereka, kita, kami, mereka, Desi, Putra, meja, kayupemakan, dll.
  • Verba atau predikat (P) adalah kata yang menjadi bagian dari kalimat yang menggambarkan atau mendiskripsikan perbuatan, proses ataupun keadaan. Contoh verba meliputi menangis, berkata, menatap, ditendang, termakan, tertelan, dll
  • Objek (O) adalah orang, perkara, atau suatu hal yang menjadi topik pembicaraan. Contoh dari kata objek meliputi bola, pintu, jendela, nasi,
  • Kata keterangan (K) adalah kata atau sekelompok kata yang menerangkan bagian kalimat yang lain. Contoh kata keterangan meliputi di depan rumah, saat sore hari, pada halaman rumah.

Kedudukan subjek dapat diubah posisinya menjadi kata objek. Begitu sebaliknya, kedudukan objek pun bisa menjadi subjek. Perubahan kedudukan tersebut dapat kita lakukan ketika kita memahami konsep kalimat aktif dan pasif. Keempat unsur pembentuk kalimat yang telah dijelaskan di atas berperan dalam membentuk kalimat aktif dan pasif. Berikut penjelasannya.

Kalimat Aktif

Kalimat aktif didefinisikan sebagai suatu kalimat yang subjeknya berperan sebagai pelaku dimana pelaku tersebut secara aktif berbuat suatu perbuatan yang disebutkan dalam predikat kepada objek.

Kalimat aktif mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  • Subjek kalimat aktif menjadi pelaku tindakan
  • kalimat yang menggunakan kata kerja aktif
  • menggunakan verba (kata kerja) berprefiks (imbuhan berawalan) me- atau ber-
  • pola kalimatnya S-P-O-K atau S-P-K

Berdasarkan kehadiran objek atau kata benda (nomina) yang menyertainya, kalimat aktif terbagi menjadi 4 macam  meliputi :

  1. Kalimat aktif transitif

kalimat aktif transitif merupakan kalimat yang menggunakan kata kerja bentuk aktif dan memerlukan suatu objek. Kalimat aktif transitif dibagi menjadi tiga :

  1. Verba monotransitif yaitu kata kerja transitif yang menggunakan satu objek.

Contoh penerapan kalimat aktif monotransitif :

Ayah memberi Rani uang sebanyak Rp. 20.000,00 (S-P-O-K)

Adek menertawai kartun Upin-Ipin (S-P-O)

2. Verba bitransitif yaitu kata kerja transitif yang menggunakan dua objek.

Contoh penerapan kalimat aktif bitransitif:

Bapak memberi uang dan makanan untuk para pengemis. (S-P-O-Konj-O -K)

Aku menginginkan kopi dan susu. (S-P-O-Konj-O)

3. Verba ditransitif yaitu kata kerja transitif yang verbanya tidak muncul, namun sebenarnya membutuhkan objek.

Contoh penerapan kalimat aktif ditransitif:

Maulana sudah pulang. (S-P)

Roni sedang memancing. (S-P)

Alwi sedang bermain. (S-P)

  1. Kalimat aktif ekatransitif 

kalimat aktif ekatransitif merupakan kalimat yang menggunakan kata kerja bentuk aktif yang membutuhkan objek, tetapi tidak memakai kata keterangan. Jadi, Kalimat ini mempunyai 3 unsur pembentuk kalimat yaitu Subjek, Predikat, dan Objek.

Contoh penerapan kalimat aktif ekatrasitif:

Arum mengambil sebuah buku (S-P-O)

Ayah mengendarai motor (S-P-O)

Ibu mengantar anaknya. (S-P-O)

  1. Kalimat aktif Intransitif

Kalimat aktif intransitif merupakan kalimat yang menggunakan kata kerja bentuk aktif  dan objek tidak ditampilkan sebagai penerima perlakuan subjek. Dengan kata lain, kalimat ini menghindari penggunaan objek. Tetapi biasanya kalimat aktif intransitif ini diikuti oleh keterangan dan pelengkap.  Kalimat ini biasanya memiliki Pola S-P atau S-P-K.

Contoh penerapan kalimat aktif intransitif :

Rifki pulang dari Kalimantan. (S-P-K)

Sore ini, nenek pergi ke pasar. (S-P-K)

Ani belajar dengan giat. (S-P-K)

Bunga berjatuhan. (S-P)

Kita harus bangkit. (S-P)

  1. Kalimat aktif dwitransitif

Kalimat aktif dwitransitif merupakan kalimat yang menggunakan kata kerja berbentuk aktif dan memiliki satu predikat (verba) dan mewajibkan adanya objek dan kata keterangan (pelengkap). kalimat aktif dwitransitif memiliki empat unsur yaitu Subjek (S), Verba atau Predikat (P), Objek (O), dan kata keterangan (pelengkap). ketika satu dari ke-empat unsur tersebut tidak terpenuhi, maka kalimat akan menjadi rancu, ambigu dan kehilangan makna.

Contoh penerapan kalimat aktif dwitransitif :

Ibu mengirimi uang kepada kakak setiap bulan. (S-P-O-K)

Om Aan selalu mengunjungi anaknya yang ada di Singapura. (S-P-O-K) 

Kakak tertua ku menguras bak mandi seminggu sekali. (S-P-O-K)

Dalam tata bahasa Indonesia terdapat dua dasar yang digunakan dalam pembentukan verba (kata kerja), yaitu verba tanpa afiks (imbuhan) tetapi sudah mandiri karena mempunyai makna dan verba berafiks (baik prefiks, infiks, konfiks atau sufiks) atau turunan.

 

Berdasarkan kelengkapan bentuk verbanya, kalimat aktif terbagi menjadi beberapa macam meliputi :

  1. Kalimat aktif yang menggunakan verba tanpa afiks atau kata kerja dasar bebas.

Verba dasar merupakan kata kerja yang berbentuk morfem dasar secara bebas.

Contoh penerapan kalimat aktif verba dasar bebas:
Halwa duduk di kursi tamu.

Hani makan jagung bakar manis di kantin .

Ria minum jus jeruk saat siang hari.

Angger pergi ke Papua untuk bertugas.

  1. Kalimat aktif yang menggunakan verba turunan

Verba turunan adalah kata kerja yang telah mengalami afiksasi, gabungan proses, reduplikasi atau berbentuk majemuk. Berikut penjelasan kongkritnya :

  1. Kalimat aktif menggunakan verba berafiks prefiks.Verba berafiks perfiks adalah kata kerja yang mendapat imbuhan pada bagian awal kata dasar, misalnya : me, ber, men, meng.

contoh penerapannya dalam kalimat aktif :

Arum menggambar karikatur dari foto adiknya. (kata dasar verba ‘gambar’)

Bulan oktober ini para petani menabur benih padi. (kata dasar verba ‘tabur)

Anisa berjalan ke kampus 1 kilometer dari kosnya. (kata dasar verba ‘jalan’)

b.Kalimat aktif menggunakan verba berafiks infik. Verba berafiks infiks adalah kata kerja yang mendapat imbuhan yang disisipkan di tengah kata dasar, misalnya : em, el, in, er, ah.

Contoh  penerapannya dalam kalimat aktif :

Polisi menyelidiki sindikat perdagangan anak ilegal. (kata dasar verba ‘sidik’)

Bayi gemetar mendengar guntur. (kata dasar verba ‘getar’)

Kulit landak bergerigi sangat tajam. (kata dasar verba ‘gigi’)

Semut itu bersinambungan menuju makanan. (kata dasar verba ‘sambung’)

c.Kalimat aktif menggunakan verba berafiks konfiks. Verba berafiks konfiks adalah kata kerja yang mendapatkan imbuhan pada awal dan akhir kata dasar, misalnya ke-an, ber-an, me-kan, per-an.

Contoh penerapannya dalam kalimat aktif :

Putri turut meramaikan karnaval peringatan 17 Agustus. (kata dasar verba ‘ramai’)

Jokowi harus turut mempersatukan pertikaian yang terjadi di Papua. (kata dasar verba ‘satu’)

d.Kalimat aktif menggunakan verba berafiks sufiks. Verba berafiks sufiks adalah kata kerja yang mendapat imbuhan pada akhir kata dasar, misal -i, -nya, -man, -an, -wan, -wati.

Contoh penerapannya dalam kalimat aktif :

Fathur mendatangi menara setiap hari. (kata dasar verba ‘datang’)

Bunda menyiraminya setiap pagi. (kata dasar verba ‘siram’)

Pahlawan sebutan untuk orang yang berjuang bagi bangsa dan negara. (kata dasar verba ‘sebut’)

  1. Kalimat aktif yang menggunakan verba berduplikasi.Verba berduplikasi adalah kata kerja yang mengalami pengulangan kata dasar.

Contoh penerapannya dalam kalimat aktif :
Kita sepatutnya bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. (kata dasar verba ‘sakit’ dan ‘senang’)

Rizki melambai-lambaikan tangannya. (kata dasar verba ‘lambai’)

Kenangan buruk membayang-bayangi pikirannya. (kata dasar verba ‘bayang’)

  1. Kalimat aktif yang menggunakan verba majemuk.Verba majemuk adalah kata kerja yang terdiri dari dua kata dasar.

Contoh penerapannya dalam kalimat aktif :
Beta berterimakasih atas bantuanmu. (kata dasar verba ‘terima’ dan ‘kasih’)

Politikus mencampuradukkan masalah pribadi dengan masalah jabatan. (kata dasar verba ‘campur’ dan aduk)

Satu kambingku beranakpinak menjadi 10. (kata dasar verba ‘anak’ dan ‘pinak’)

Kalimat Pasif

Kalimat pasif adalah kata kerja yang kedudukan subjeknya memiliki peran sebagai penderita, hasil atau sasaran dari objek. Secara umum, kalimat aktif dapat diubah menjadi kalimat pasif dengan mengubah afiks (imbuhan) dari verba kalimatnya. Meskipun demikian terdapat kalimat aktif yang tidak dapat dijadikan kalimat pasif (anti-pasif).

Syarat-syarat dapat diubahnya kalimat aktif menjadi kalimat pasif diantaranya :

  1. Kalimat aktif yang memiliki objek (kalimat aktif transitif)
  2. Bukan kalimat perintah (komando)
  3. Bukan kalimat seru

Kalimat pasif mempunyai ciri-ciri diantaranya :

  1. Subjek kalimat pasif menjadi sasaran objek.
  2. Subjek kalimat aktif terkena tindakan/perlakuan dari objeknya.
  3. kalimat yang menggunakan kata kerja pasif
  4. menggunakan verba (kata kerja) berprefiks (imbuhan berawalan) di- atau ter-, ke-an
  5. pola kalimatnya S-P-O atau S-P-O-K

Berikut adalah Kalimat-kalimat pasif yang menggunakan verba turunan. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, verba turunan adalah kata kerja yang telah mengalami afiksasi, gabungan proses, reduplikasi atau berbentuk majemuk. Berikut penjelasan kongkritnya :

1.Kalimat pasif menggunakan verba berafiks prefiks. Verba berafiks perfiks adalah kata kerja yang mendapat imbuhan pada bagian awal kata dasar, misalnya : di, ter.

contoh penerapannya dalam kalimat pasif :

Karikatur foto adik digambar oleh Arum. (kata dasar verba ‘gambar’)

Bulan oktober ini benih padi ditabur oleh para petani. (kata dasar verba ‘tabur)

Banyak kerikil dijalanan dekat simpang lima Semarang. (kata dasar verba ‘jalan’)

Roti bolu termakan Lutfi. (kata dasar verba ‘makan’)

Tubuhku tertahan oleh bebatuan. ( kata dasar verba ‘tahan’ )

Mohammad Ali ditinju oleh lawan mainnya hingga kalah. ( kata dasar verba ‘tinju’)

Kulitku tergores paku sampai berdarah. ( kata dasar verba ‘gores’)

Jalanku diperlambat oleh rombongan siswa siswi yang berangkat ke sekolah. ( kata dasar verba ‘lambat’)

Adekku terkunci olehku di dalam rumah. (kata dasar verba ‘kunci’)

2.Kalimat pasif menggunakan verba berafiks infik. Verba berafiks infiks adalah kata kerja yang mendapat imbuhan yang disisipkan di tengah kata dasar, misalnya : em, el, in, er, ah.

Contoh  penerapannya dalam kalimat pasif :

Sindikat perdagangan anak ilegal diselidiki oleh polisi. ( kata dasar verba ‘getar’ )

Melga terperanjat oleh Ratna yang datang secara tiba-tiba. ( kata dasar verba ‘panjat’ )

Bayi ditelungkupkan Ibu untuk berlatih tengkurap. ( kata dasar verba ‘tungkup’ )

Balon digelembungkan anakku hingga meletus. ( kata dasar verba ‘gembung’ )

Rambutku dikerudungi ibu dengan topi tebal. ( kata dasar verba ‘kudung’ )

Korban gempa masih direruntuhi bangunan. ( kata dasar verba ‘runtuh’ )

  1. Kalimat pasif menggunakan verba berafiks konfiks.Verba berafiks konfiks adalah kata kerja yang mendapatkan imbuhan pada awal dan akhir kata dasar, misalnya ter-i, per-an, di-kan, di-i, per-i

Contoh penerapannya dalam kalimat pasif :

Wisata Grobogan telah dijelajahi para pelancong. ( kata dasar verba ‘jelajah’ )

Bajuku ternodai kotoran cicak. ( kata dasar verba ‘noda’ )

Beruang diselubungi oleh bulu-bulu tebal (kata dasar verba ‘selubung’)

Jenazah itu dikebumikan di Taman Makam Pahlawan. (kata dasar verba ‘bumi’)

HP second milikku dihargai Rp 400.000,00 oleh pembeli. ( kata dasar verba ‘harga’ )

Jika jodoh, kita akand dipertemukan kembali. ( kata dasar verba ‘temu’ )

Aplikasi android perlu diperbarui oleh penggunanya. (kata dasar verba ‘baru’)

Sampah itu dibuangi masyarakat ke sungai hingga mereka dilanda banjir. (kata dasar verba ‘buang’ dan ‘landa’)

Penderita Demam Berdarah telah diobati oleh dokter. (kata dasar verba ‘obat’)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diketuai oleh Menteri Muhadjir Effendy. (kata dasar verba ‘ketua’)

Hatiku tersakiti oleh sikapmu berulang kali. (kata dasar verba ‘sakit’)

  1. Kalimat pasif menggunakan verba berafiks sufiks.Verba berafiks sufiks adalah kata kerja yang mendapat imbuhan pada akhir kata dasar, misal -i

Contoh penerapannya dalam kalimat pasif:

Rumah terduga tetorisme didatangi Badan Intelejen Negara sore tadi. (kata dasar verba ‘datang’)

Bunga disirami bunda setiap pagi. ( kata dasar verba ‘siram’ )

Kesalahan pencuri tersebut terampuni oleh korbannya. ( kata dasar verba ‘ampun’)

5.Kalimat pasif yang menggunakan verba berduplikasi. Verba berduplikasi adalah kata kerja yang mengalami pengulangan kata dasar.

Contoh penerapannya dalam kalimat pasif:
Uang dihambur-hamburkan oleh orang-orang yang tak menghargai nilainya. ( kata dasar verba ‘hambur’)

Bola ditendang-tendang anak kecil hingga rusak. ( kata dasar verba ‘tendang’ )

Pikiranku dibayang-bayangi kenangan masa lalu. ( kata dasar verba ‘bayang’ )

Kertas dirobek-robek Susi hingga hancur lebur. (kata dasar verba ‘robek’)

  1. Kalimat pasif yang menggunakan verba majemuk.Verba majemuk adalah kata kerja yang terdiri dari dua kata dasar.

Contoh penerapannya dalam kalimat pasif :

Masalah pribadi dengan masalah jabatan dicampuradukkan oleh politikus. (kata dasar verba ‘campur’ dan ‘aduk’)

Rumput laut dibudidayakan oleh orang-orang yang tinggal di sekitar pantai. (kata dasar verba ‘budi’ dan ‘daya’)

Asus Zenfone 2 laser mulai diperjualbelikan produsen di Indonesia mulai tahun 2015. (kata dasar verba ‘jual’ dan ‘beli’)

Ayam jawa dikembangbiakan oleh peternak jawa untuk memperoleh laba. (kata dasar verba ‘kembang’ dan ‘biak’)

Memilah-milah bentuk kalimat aktif dan pasif memang berguna untuk menarik minat pembaca.  Dengan ragam kalimat yang telah penulis sajikan di atas, semoga anda lebih memahami penggunaanya. Tentu saja pemahaman harus disertai dengan implementasinya. Selamat berlatih menggunakan kalimat aktif dan pasif.

Sumber: https://dosenbahasa.com/kalimat-aktif-dan-kalimat-pasif

Mengatrol Nilai secara Adil dengan Rumus Excel


Sudah bukan rahasia lagi, hampir semua tenaga pendidik seringkali mengatrol nilai ujian siswa. Karena sebenarnya apabila nilai siswa tidak tidak dikatrol, nilai asli mereka banyak yang di bawah standar atau KKM. Harus kita sadari sesungguhnya nilai pengetahuan siswa pasti berbeda-beda sesuai dengan karakter, IQ bahkan lingkungan. Jadi ketika tenaga pendidik memberi nilai siswa, lihatlah hal lain selain nilai akademiknya. Misalnya nilai kepribadian, akhlak perilaku, kejujuran, kerajinan, sopan santun, rajin dalam beribadah dan sebagainya.
Bila semua itu sudah dilaksanakan namun nilai siswa masih di bawah KKM, karena memang nilai akademik yang kecil, biasanya tenaga pendidik terpaksa mengatrol nilai tersebut. Namun kadang dalam mengatrol nilai, tenaga pendidik bisa jadi kurang adil. Lalu bagaimana cara mengatrol nilai siswa dengan adil dengan menggunakan Ms. Excel? Berikut adalah caranya:
1. Tentukan daftar nilai yang akan dikatrol nilainya.
1
2. Tentukan Rumus
=Nilai terkecil yang diinginkan+((Kolom Letak Nilai Rujukan-Nilai Terkecil)/(Nilai Terbesar-Nilai Terkecil)*(Nilai terbesar yang diinginkan-Nilai terkecil yang diinginkan))
4
Misalnya:
Nilai terbesar = 80
Nilai terkecil = 35
Nilai terbesar yang saya inginkan = 95
Nilai terkecil yang saya inginkan = 75
Maka rumus yang dibuat adalah:
=75+((C3-35)/(80-35)*(95-75))
2
3. Drag atau Copy ke Bawah
3
Selesailah tugas kita….

Kalender Pendidikan TK, SD, SMP, SMA/MA, SMK/MAK, SLB Provinsi Jawa Barat Tahun Pelajaran 2018/2019


Kaldik Jabar 2018-2019Bapak-Ibu yang memerlukan mangga diunduh di sini:

Kalender Pendidikan TK, SD, SMP, SMA/MA, SMK/MAK, SLB Provinsi Jawa Barat Tahun Pelajaran 2018/2019

RPP BAHASA INDONESIA KURIKULUM 2013 REVISI 2017 (KELAS VIII)


RPP Bahasa Indonesia Kelas VIII Kurikulum 2013 Revisi 2017 ini kami sediakan secara lengkap sehingga Bapak Ibu Guru dapat mengunduhnya pada tautan berikut:

RPP BAHASA INDONESIA KURIKULUM 2013 REVISI 2017 SEMESTER 1
RPP Teks Berita KD 3.1 dan 4.1
RPP Teks Berita KD 3.2 dan 4.2
RPP Iklan, Slogan, dan Poster KD 3.3 dan 4.3
RPP Iklan, Slogan, dan Poster KD 3.4 dan 4.4
RPP Teks Eksposisi KD 3.5 dan 4.5
RPP Teks Eksposisi KD 3.6 dan 4.6
RPP Teks Puisi KD 3.7 dan 4.7
RPP Teks Puisi KD 3.8 dan 4.8
RPP Teks Eksplanasi KD 3.9 dan 4.9
RPP Teks Eksplanasi KD 3.10 dan 4.10

RPP BAHASA INDONESIA KURIKULUM 2013 REVISI 2017 SEMESTER 2
RPP Teks Ulasan KD 3.11-4.11 dan 3.12-4.12
RPP Teks Persuasi KD 3.13-4.13 dan 3.14-4.14
RPP Teks Drama KD 3.15-4.15 dan 3.16-4.16

Iklan, Slogan, dan Poster (Lembar Kerja Siswa Bahasa Indonesia SMP Kelas VIII Kurikulum 2013)


Jawablah pertanyaan berikut!
1. Apa yang dimaksud dengan iklan?
2. Apa fungsi iklan?
3. Di mana saja iklan itu bisa kita temukan?
4. Bagaimana fungsi iklan bagi pemerintah dan perusahaan?
5. Bagaimana persamaan iklan, slogan, dengan poster?

 

Termasuk jenis apakah masing-masing gambar di bawah ini: iklan, poster, atau semboyan? Jelaskanlah!

1

 

Perhatikanlah iklan-iklan di bawah ini! Secara berdiskusi, jelaskanlah:
–   jenis produk yang ditawarkan
–   hal yang menarik dalam iklan-iklan berikut!

2

Jelaskan makna slogan-slogan berikut! Ditujukan kepada siapakah slogan-slogan tersebut?
1.  Buku adalah jendela ilmu pengetahuan
2.  Mulutmu adalah harimaumu
3.  Sorga ada di telapak kaki ibu
4.  Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh
5.  Pembeli adalah raja

 

 Berikanlah penilaian terhadap poster berikut!

3

 

Perhatikanlah iklan berikut. Kemudian, jawablah soal-soal di bawahnya secara berdiskusi!

4

  1. Hal apakah yang ditawarkannya itu?
  2. Siapakah pihak yang mengiklankan/menawarkan jasa tersebut?
  3. Pesan apa yang terdapat di dalam iklan tersebut?
  4. Di manakah iklan seperti itu biasanya dipajang?
  5. Bagaimana bentuk respons apa yang diharapkan dari khalayak dengan pemasang iklan tersebut?

 

Download dalam bentuk MS WORD:
Iklan, Slogan, dan Poster (Lembar Kerja Siswa Bahasa Indonesia SMP Kelas VIII Kurikulum 2013)

LK 2.1 IKLAN-SLOGAN-POSTER

Website Interaktif Sekolah Terintegrasi Penilaian Kurikulum 2013


web1Website adalah bagian dari dunia internet, merupakan bentuk penyampaian informasi kepada pengguna, berupa halaman-halaman dengan penampilan digital. Website mengenal istilah domain dan hosting. Domain dalam website adalah nama sebagai sebuah alamat yang diletakkan dibelakang mengikuti nama utama dari alamat website, sedangkan hosting merupakan kegiatan memasukkan website melalui pihak penyedia layanan hosting agar website dapat diakses dalam internet.

Tujuan  dari pembuatan website sekolah interaktif adalah memberikan layanan informasi kepada masyarakat tentang sekolah, membantu manajemen sekolah memberikan pelayanan pendidikan yang maksimal dan berkualitas kepada siswa dan orangtua siswa, memfasilitasi guru dalam mengelola administrasi dan pengolahan penilaian otentik, dan sebagai media bukti pertanggungjawaban dan akuntabilitas sekolah kepada pihak-pihak yang terkait.

Manfaat Keberadaan website sekolah ini di antaranya sebagai media informasi sekolah sehingga dengan mudah dapat diperoleh oleh siapa saja, dimana saja, dan kapan saja, media komunikasi antara kepala sekolah, guru, peserta didik, dan orang tua, media pubilkasi kreatifitas guru, media pubilkasi kreatifitas peserta didik, media pengolahan nilai pencapaian kompetensi peserta didik dari mulai menginput, mengolah, sampai cetak laporan hasil belajar, media pengembangan penilaian online dan bank soal, efisiensi penginputan data peserta didik, media pemantauan kehadiran peserta didik oleh sekolah dan orang tua, media oenyimpanan dokumen adminstrasi guru dan portofolio siswa, dan media publikasi kegiatan sekolah.

web2

web2

web4

Ada yang berminat mengetahui isinya lebih jauh dan menggunakan web interaktif ini!

Silahkan unduh:

PROPOSAL WEBSITE INTERAKTIF SEKOLAH TERINTEGRASI PENILAIAN KURIKULUM 2013

 

 

Kelengkapan Administrasi Kurikulum 2013 SMP Revisi 2017


Berikut adalah kelengkapan untuk menyusun administrasi pembelajaran kurikulum 2013 yang bisa Bapak-Ibu unduh:

  1. Permendikbud 2016 Nomor 20 SKL
  2. Permendikbud 2016 Nomor 20 SKL Lampiran
  3. Permendikbud 2016 Nomor 21 Standar Isi
  4. Permendikbud 2016 Nomor 21 Standar Isi Lampiran
  5. Permendikbud 2016 Nomor 22 Standar Proses
  6. Permendikbud 2016 Nomor 22 Standar Proses Lampiran
  7. Permendikbud 2016 Nomor 23 Standar Penilaian
  8. Permendikbud 2016 Nomor 24 KI KD Bahasa Indonesia SMP
  9. Permendikbud 2016 Nomor 24 KI KD Bahasa Indonesia SMP Lampiran
  10. Model Silabus Bahasa Indonesia SMP Kelas 8 Revisi 2017
  11. Buku Guru Bahasa Indonesia SMP Kelas 8 Revisi 2017
  12. Buku Siswa Bahasa Indonesia SMP Kelas 8 Revisi 2017