Mengenal Gaya Belajar Anak (0leh: Rahmi)


Ada lima gaya belajar yang dimiliki seorang anak, yaitu visual (penglihatan), auditori (pendengaran), kinestetik (gerakan), olfactory (penciuman), dan gustatory (pengecapan). Dari kelima gaya ini, yang paling sering digunakan adalah visual, auditori dan kinestetik. Bagaimana ciri-ciri anak dengan gaya belajar tersebut?

1. Visual.
Kekuatan belajar si kecil berdasarkan pada ingatan penglihatan.
Ciri-cirinya:
– Jika berbicara, gerakan bola matanya sering ke arah atas
– Nada suara cenderung tinggi
– Napasnya pendek (dangkal)
– Mengakses informasi dengan melihat ke atas.
– Tempo bicara cepat.Cara Belajar Si Visual:
– Lebih banyak membaca buku atau majalah
– Membuat grafik, diagram atau peta pemikiran
– Belajar dengan media komputer
– Membuat poster ringkasan pelajaran
– Flowchart, kartu kecil yang memudahkan untuk belajar dan dibawa
– Highlighting, memberikan warna-warni ceria pada catatan atau buku
– Memakai model atau benda yang terlihat, misalnya kerangka tubuh manusia
– Imajinasi, membayangkan peristiwa

2. Auditori
Kekuatan belajar si kecil dengan gaya ini, adalah terfokus pada penglihatan.
Ciri-cirinya:
– Gerakan bola mata sejajar dengan telinga
– Suara jelas dan kuat
– Bicara lebih sedikit
– Mengakses informasi dengan menengadahkan kepala

Cara Belajar Si Auditori:
– Membaca dengan suara keras
– Sesi tanya jawab
– Mendengarkan rekaman, bisa pula dengan merekam suaranya sendiri
– Diskusi dengan teman
– Belajar dengan mendengarkan
– Menyampaikan kembali yang dipelajari
– Belajar dengan media musik atau sambil diiringi musik
– Kerja kelompok
– Membutuhkan waktu tenang untuk memikirkan materi

3. Kinestetik
Kekuatan belajar si kecil yang memiliki gaya ini, mirip dengan Visual, yaitu melalui penglihatan.
Ciri-cirinya:
– Gerakan bola mata ke arah bawah
– Suara cenderung berat
– Menggunakan gerakan atau bahasa tubuh
– Mengakses informasi dengan melihat ke bawah

Cara Belajar Si Kinestetik
– Keterlibatan fisik, belajar sambil bereksperimen
– Membuat model atau benda-benda media belajar
– Bermain peran
– Membuat mind mapping
– Belajar sambil berjalan
– Highlighting (pewarnaan)
– Mengetahui Ambak (Apa Manfaatnya bagiku) dari yang dipelajarinya.

Orangtua bisa mengetahui gaya belajar buah hatinya dengan mengamati atau mengajaknya berbicara, lihat caranya infomasi melalui gerakan mata anak. Biasanya, seorang anak tidak mutlak hanya memiliki satu gaya belajar saja, karena ada yang menggabungkannya dari beberapa gaya.Disinilah peran orangtua untuk memerkenalkan sebanyak-banyaknya variasi cara belajar, tentunya yang menyenangkan baginya. Jika belajar menjadi menyenangkan dan mudah bagi anak, tentu ilmu yang dipelajarinya pun semakin mudah masuk ke dalam otak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s