Kursus Gratis Melalui Internet


Lulus dari sekolah bukan berarti tidak perlu belajar lagi karena belajar sebenarnya merupakan suatu pekerjaan seumur hidup. Semakin banyak yang kita tahu / baca biasanya akan semakin terasa betapa bodohnya sebetulnya kita. Bagi yang ingin menambah pengetahuan atau memperdalam suatu keahlian , internet adalah salah satu tempat yang patut dilirik. Banyak sekali informasi yang dapat diperoleh di internet, baik dari situs yang memang menyajikan informasi mengenai hal tersebut, situs yang berisi jurnal , perpustakaan virtual, dll . Selain itu ternyata terdapat cukup banyak situs yang memberikan kursus gratis dengan beragam subyek, mulai dari yang berhubungan dengan internet dan komputer , misalnya membuat website, belajar windows NT, linux, dll sampai ke belajar membuat tulisan, automotive, bahasa, kerajinan tangan dll. Continue reading

Ali Topan Anak Jalanan


164513pSuara langkah Mbok Yem terdengar. Ali Topan cepat menghidupkan radio.
“Den Bagus, Den Bagus!,” Mbok Yem memanggil dari balik pintu, karena pintu kamar dikunci oleh Ali Topan.
Topan membukakan pintu. “Kalau manggil raden-radennan lagi gua nggak mau jawab, Mbok. Serius nih,” kata Ali Topan.
“Habis Mbok harus manggil apa? Tuan muda?” tanya Yem.
“Panggil Gus Topan, gitu.”
“Gituuu… iya deh Den Bagus, eh, Gus Topan… ,” kata Mbok Yem, “ngapain pintu dikunci?” “Gak ngapa-ngapain,” kata Ali Topan.

la kembali ke kamar mengambil buku berisi surat cintanya.
“Ke mana? Makan dulu, deh,” kata Mbok Yem.
“Aku pergi sebentar…,”kata Ali Topan. la berjalan ke ruang depan.
Ibunya keluar dari pintu kamar.

“Hallo… mau ke mana anak mama?”sapa Ny. Amir.

Ali Topan memandang ibunya. Wajah ibunya agak pucat, rambutnya semrawut dan seputar matanya cekung. “Mama sakit?” tanya Ali Topan. Ny. Amir tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

Ali Topan menatap mata ibunya. Nyonya Amir melengos. Mereka berpandangan lagi, tapi dua pasang mata mereka hanya merefleksikan getaran kosong dan asing dari hati masing-masing.

“Ali pergi dulu, Ma …,”kata Ali Topan. la berlalu dari hadapan ibunya.
“Mau ke mana kau?” tanya Nyonya Amir.
“Mau ke rumah Maya,” kata Ali Topan sambil berjalan keluar.

Nyonya Amir menghela napas. la mengerti kenapa anaknya bersikap acuh tak acuh kepadanya.
Deruman suara motor Ali Topan terdengar bagaikan deruman singa yang sedang marah. Nyonya Amir terdiam di tempatnya. la menutup wajahnya dengan dua telapak tangannya. Di depan pintu kamar Ali Topan, Mbok Yem berdiri memperhatikannya.

Maya hendak tidur siang ketika Ali Topan datang ke rumahnya.
“Ngapain? Saya mau tidur siang nih,” kata Maya. “Mau titip surat buat… si dia,” kata Ali Topan, “sorry mengganggu ya,” tambahnya. Ali Topan memberikan buku berisi surat kepada Maya. Maya tersenyum menerimanya.
“Rajin juga ya. Isinya rayuan melulu ya?” Maya menggoda. Ali Topan tersipu-sipu.
“Nggak tau deh Maya. Mau dibilang rayuan kek, cetusan hati nurani kek, atau rintihan dan ratapan yang cengeng, terserah deh. Gua juga nggak tahu apa namanya,” kata Ali Topan, “Gi deh, tidur siang biar awet muda. Dan terima kasih ya atas kebaikan kamu,” tambahnya.

Ali Topan permisi pulang. Maya masih menggodanya: “Eh, titipan Hati kan musti ada ongkos kirimnya, Pan?” Ali Topan merandek dan berpaling
“Titipan surat cinta ongkosnya berupa cipokan, mau?” katanya.
“Ih,enak aja lu!” kata Maya sambil meringis. Dan ia makin meringis ketika Ali Topan mengirimkan ciuman jarak jauh via tangan kanan yang dikecupnya. Maya melengos. Ali Topan tertawa senang, dan segera berlalu karena Ny. Utama muncul dari dalam rumah.
“Teman kamu yang satu itu lucu juga, tapi lucunya berbahaya, Maya. Jangan-jangan kamu jatuh cinta sama dia,” kata Ny. Utama.
“Maunya sih jatuh cinta, Mama. Tapi dia sudah ada yang punya…,” kata Maya.
“Jadi kamu patah hati dong?” Nyonya Utama menggodanya.
“Ah, nggak juga, emangnya hati Maya dari kayu…”‘ jawab Maya, “dia kemari mau titip surat buat kekasih…,” tambahnya sambil menunjukkan buku berisi surat Ali Topan.

Keduanya tertawa kecil, lalu berpelukan, masuk ke rumah, seperti dua orang sahabat yang manis…

Sumber: Kompas

Kiat agar Siswa Tidak Menganggap Remeh Bahasa Indonesia


Tidak bisa dimungkiri bahwa salah satu kendala pembelajaran bahasa Indonesia adalah anggapan remeh siswa terhadap pembelajaran bahasa Indonesia. Anggapan itu terjadi karena siswa merasa sudah mampu menggunakan bahasa Indonesia dalam kegiatan berkomunikasi sehari-hari. Pandangan remeh tersebut membuat siswa kurang berempati dan kurang memperhatikan pembelajaran bahasa Indonesia. Akibatnya, kelas menjadi ramai (dalam arti ramai yang tidak mendukung tercapainya tujuan pembelajaran), siswa tidak memperhatikan penjelasan guru maupun media yang digunakan, dan siswa tidak berupaya mengerjakan soal dengan baik.

Dalam hal ini, siswa belum menyadari pentingnya mempelajari bahasa Indonesia secara efektif untuk mencapai keberhasilan tujuan komunikasi. Sebagian besar siswa belum menyadari bahwa kesulitan mereka dalam mempelajari bidang studi lain kemungkinan besar dapat disebabkan oleh kekurangmampuan mereka menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi lisan maupun tulis. Misalnya, kesulitan itu dapat disebabkan kurangnya perbendaharaan kata dan kemampuan mereka dalam menghubungkan makna antarkata, antarkalimat, ataupun alur bacaan tersebut. Continue reading

Penerapan Metode Belajar Aktif dalam Pembelajaran Berbasis Proyek


Coba anda bayangkan situasi kelas dibawah ini….

Siswa di kelas lima sedang belajar mengenai konsep mesin yang sederhana, mereka belajar konsep kekuatan, gerak dan bekerja mengaanalisa sebuah mesin yang sederhana. Dari mesin yang rumit mereka memepelajari kaidah mesin yang paling prinsip. Siswa mengoleksi, mengatur, menghadirkan kembali data-data menggunakan program excel. Saat merancang mesin sederhana mereka berperan sebagai perancang sekaligus mempegunakan prinsip perencanaan, perakitan, uji coba sebelum mesin sederhana buatan mereka diluncurkan didepan teman-teman kelas mereka.

Apabila ada pertanyaan mengenai ‘metode apa yang paling efektif untuk mengajar?’ jawabannya bergantung pada tujuan pembelajaran, isi pembelajaran, dan guru yang akan menggunakannya. Tapi ada jawaban lain yang lebih baik dari itu semua yaitu ’siswa mengajarkan siswa lainnya’ dikutip dari Wilbert J. McKeachie, pengarang buku Teaching tips: Strategies, research and theory for college and university teachers, Houghton-Mifflin (1998) Continue reading