Meningkatkan Budaya Baca


Tentu kita masih percaya bahwa buku adalah jendela dunia, iklan di televisi sering menampilkan dan menekankan bahwa buku adalah jendela dunia. Buku merupakan kunci segala ilmu. Entah dari mana asal katakata bijak itu, tapi yang jelas kata‐kata itu sudah turun‐temurun kita dengar. Memang benar, dengan membaca kita bisa memperoleh pengetahuan yang berasal dari mana saja dan kita bisa tahu keadaan atau peristiwa di mana saja. Jadi tepat bila buku adalah jendela dunia. Selanjutnya….

Seseorang yang gemar membaca akan mempunyai pandangan yang luas, sedangkan orang yang gemar berdiskusi membuat orang harus siap memberikan jawaban atau mengajukan pertanyaan, dan orang yang gemar menulis membuatnya menjadi cermat. Dalam kehidupan masyarakatpun kebutuhan membaca harus selalu menjadi keinginan karena tanpa keinginan semua yang kita butuhkan tentang berbagai informasi tidak didapatkan, tetapi terkadang minat masyarakat untuk membaca sangat kecil sekali karena mungkin terbentur dengan dengan berbagai hal misalnya untuk mendapatkan media sangat sulit karena masyarakat lebih berpikir untuk hidup daripada membeli media, atau buta huruf. Membaca harus dibiasakan sejak dari rumah, untuk itu perlu kesadaran sekaligus teladan dari orang tua kepada anak‐anaknya. Pada banyak kasus para orang tua kerap menyuruh anak‐anaknya agar rajin belajar tetapi pada kenyataanya orang tua tidak memberi contoh bagaimana membaca itu agar manjadi suatu budaya atau hobi. Beberapa hal untuk meningkatkan hobi membaca diantaranya :

  1. Bepergian dengan membawa buku Ke manapun pergi, biasakanlah menyisipkan sebuah buku dalam tas. Secara tidak langsung, hal ini akan membiasakan membaca, misalnya untuk mengusir kebosanan bila harus menunggu bis atau diperjalanan, dan lain‐lain. Lambat laun, hal ini akan menciptakan kebiasaan membaca.
  2. Membuat daftar buku yang ingin dibaca Buatlah daftar buku yang menarik untuk dibaca, serta daftar buku yang sudah dibaca. Ketertarikan terhadap buku tersebut dapat terus menjaga antusiasme dan mendorong untuk membaca, terlebih jika buku tersebut erat kaitannya dengan profesi yang digeluti.
  3. Tentukan lamanya waktu yang akan digunakan untuk membaca satu buku Bisa satu bulan, satu minggu, atau hanya 30 menit dalam satu hari, yang bisa disesuaikan dengan kesibukan sehari‐hari.
  4. Membuat strategi membaca Sebagian orang memilih untuk fokus pada satu buku sebelum selesai dibaca. Hal ini untuk meminimalkan godaan membaca buku yang baru dan pada akirnya tidak satu pun yang dibaca tuntas.

Namun, ada juga yang memilih membaca beberapa buku sekaligus agar tidak merasa bosan. Apapun yang dipilih sebaiknya tetap mampu membuat Anda merasa senang dengan kegiatan tersebut dan menyelesaikan sebuah buku dengan baik. 5. Mulai dari hal yang kecil Tak perlu langsung ke buku‐buku berhalaman tebal dan membutuhkan banyak waktu untuk mencerna, melainkan dari buku bertopik ringan yang menggugah ketertarikan. Seperti halnya membaca komik pada anakanak secara tidak langsung akan menuntun mereka senang membaca di kemudian hari, asalkan kegiatan ini terus ditingkatkan. Dengan demikian mulailah budaya baca diri sendiri, keluarga dan tularkan ke lingkungan sekitar untuk mendapatkan berbagai ilmu dan tetap jadikanlah pedoman bahwa “Buku Jendela Dunia”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s