ENAM CARA SEDERHANA MEMBANGKITKAN MOTIVASI SISWA


motivasi belajarKetika mengalami keberhasilan ternyata motivasi sering mengalahkan kecerdasan. Menurut sebuah studi 2012 yang diterbitkan dalam jurnal Child Development, motivasi dan kemampuan belajar yang efektif, dibandingkan dengan kecerdasan semata, lebih memberikan kontribusi terhadap keberhasilan belajar siswa. Itulah sebabnya mengapa kita harus peduli terhadap motivasi belajar siswa. Berikut adalah beberapa berbagai strategi untuk meningkatkan motivasi siswa.

  1. Memperjelas tujuan pembelajaran. Siswa tidak mungkin tertarik dan berhasil jika mereka tidak tahu apa yang diharapkan dan manfaatnya pembelajaran saat itu bagi mereka. Pada awal pembelajaran kita harus memodifikasi dan menyederhanakan tujuan sehingga benar-dipahami dan dimengerti siswa. Ada istilah yang tidak asing lagi bagi kita “AMBAK” (apa manfaatnya bagiku), ini sangat perlu ditanamkan ke siswa agar muncul keinginan untuk mengikuti pembelajaran secara total. Selain itu, jangan lupa member gambaran umum kegiatan dan tagihan-tagihan yang harus dipenuhi oleh siswa selama dan sesudah pembelajaran.
  2. Memberi kebebasan kepada siswa agar berpikir lebih luas. Hal ini memungkinkan adanya kesalahan, tidak  jadi masalah asal tetap dalam koridor  tujuan pembelajaran yang akan dicapai, Analogi lain, jika kita hendak pergi ke suatu tempat tentu banyak jalan yang bisa ditempuh, dengan alasannya menghindari kemacetan atau mungkin sebagai jalan pintas yang lebih dekat. Dengan begitu siswa merasa akan lebih senang karena dapat menuangkan gagasan mereka secara bebas.
  3. Memberikan umpan balik yang positif. Memberikan umpan balik positif secara cepat, tepat,  dan sering, ini mutlak harus dilakukan oleh kita. Tapi ingat dalam memberikan pujian misalnya, harus benar-benar tepat. Menurut buku Nurture Shock oleh Po Bronson dan Ashley Merryman, penelitian menunjukkan bahwa siswa yang sering dipuji “pintar” dapat menurunkan usaha berpikir mereka, karena mereka percaya bahwa keberhasilan adalah karena faktor di luar kendali mereka.
  4. Menghubungkan pembelajaran dengan dunia nyata dan pengalaman siswa. Harus kita sadari di dalam kelas pasti ada siswa yang merasa bingung dan bertanya-tanya: Mau dibawa ke mana saya? Apa yang harus saya lakukan? Apa manfaatnya saya mengikuti pembelajaran ini? Atau mungkin juga ada siswa cerdas yang merasa tidak perlu dengan pembelajaran yang akan kita lakukan.  Untuk menghindari hal itu,  pembelajaran harus dikemas dalam bingkai aplikasi dunia nyata dan pengalaman siswa. Hal ini dapat membantu siswa untuk menyentuh beberapa hal sehingga siswa merasa penting mengikuti pembelajaran kita.
  5. Hindari hal yang membosankan. Seberapa sering kita dan siswa melakukan hal yang sama hari demi hari, dengan sedikit variasi? Sering kita mengajak siswa belajar dengan pola yang sama dan monoton. Datang ke kelas, menjelaskan, menyuruh siswa mengerjakan tugas, dikumpulkan. Jika ini dilakukan sesering mungkin, tidak menutup kemungkinan akan sangat membosankan dan menurunkan motivasi belajar siswa.  Dengan permainan yang menyenangkan menjadikan pembelajaran yang dapat menawarkan energi yang sangat dibutuhkan dan penyegaran mental siswa. Kita juga bisa mencoba mengadakan pembelajaran di luar ruangan dengan  memadukan permainan-permainan yang lebih kreatif .
  6. Perkaya media pembelajaran. Tidak ada dua siswa belajar dengan cara yang sama, untuk itu kita harus menyajikan pembelajaran dengan cara yang menarik bagi beberapa gaya belajar, pembelajaran kita lebih mungkin untuk menarik perhatian mereka. Bila memungkinkan, kita harus mencoba mengintegrasikan teknologi pendidikan yang baru hasil dari tangan-tangan yang kreatif. Beberapa siswa yang mempunyai gaya belajar kinestetik, pembelajaran yang melibatkan  fisiknya akan lebih menyenangkan bagi mereka

Hal yang harus diingat. Siswa sering mengikuti semangat guru guru mereka. Jika kita sering bosan dan sering tidak bersemangat, siswa akan mengikutinya. Penyegaran ilmu dan pengalaman kita akan membangkitkan mengajar kita. Tukar cerita, pengalaman, dan hal-hal positif dengan teman sejawat kita akan sangat membantu kita dalam memperkaya, teknik dan motivasi belajar siswa.

Setiap langkah yang kita ambil untuk memotivasi diri sendiri akan menjadi investasi yang tak ternilai bagi siswa kita.

Modifikasi dari: Education World oleh Dedi Husnaeni

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s