Contoh Kalimat Emotif dalam Bahasa Indonesia


  1. Ayo, wahai pemuda harapan bangsa, kita songsong masa depan yang lebih cerah untuk nusa dan bangsa kita!
  2. Sungguh, binar wajahmu bagai embulan yang bersinar di kala purnama.
  3. Ayo, kobarkan semangat kita yang sempat padam di dada kita!
  4. Mari, kita jaga lingkungan kita dari tindak tanduk sampah masyarakat.
  5. Wahai saudara-saudaraku sekalian, marilah kita singsingkan lengan baju kita demi kemajuan nusa dan bangsa kita!
  6. Mari Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekalian, kita jaga anak-anak dan cucu-cucu kita dari cengkraman narkoba dan kenakalan remaja!
  7. Pesona dirimu membuatku mambuk kepayang.
  8. Kamulah bidadari tak bersayap yang selama ini aku cari.
  9. Oleh karena itu, wahai hadirin sekalian, kita mesti turun tangan dalam mencegah tindak kejahatan yang akhir-akhir ini telah meresahkan seluruh warga kampung kita.
  10. Ayolah bung, janganlah kau terus bermasam muka seperti itu!
  11. Mari kita didik anak-anak kita supaya tidak terjebak ke dalam arus pergaulan bebas.
  12. Oleh karena itu, kita mesti lebih kritis terhadap pemberitaan media agar kita tidak termakan oleh berita palsu.
  13. senyumanmu begitu manis semanis madu.
  14. Gantungkanlah cita-cita kalian setinggi angkasa.
  15. Tuntutlah ilmu hingga ke ujung dunia.
  16. Raihlah cita-citamu dan dobraklah pintu kemustahilan.
  17. Engkau adalah tulang rusukku yang aku cari selama ini.
  18. Berusahalah hingga titik darah penghabisan!
  19. Kau adalah belahan jiwa yang aku cari sedari dulu.
  20. Cintaku ini suci, sesuci bayi yang baru terlahir ke dunia.
  21. Kau adalah harta karun paling berharga di dalam hidupku.
  22. Kau adalah tempat aku pulang, saat tak ada lagi tempat bagiku untuk singgah.
  23. Mari, kita rajut kembali jalinan asmara yang dulu sempat terputus.
  24. Mari kita mulai hari ini dengan segumpal semangat dan harapan.
  25. Jangan berkecil hati seperti itu, mungkin hari ini keberuntungan sedang tidak memihak kepada kita.
  26. Menepilah sejenak dari keramaian, jika kau merasa jenuh atau lelah.
  27. Tatapan matamu bagaikan matahari yang bersinar di pagi hari.
  28. Sudahlah, jangan kau termakan oleh omong kosongnya!
  29. Mari kita ulurkan tangan kita kepada orang yang membutuhkan.

Sumber: dosenbahasa.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.