Senyum


Absensi Kelas

Di kelas 1 sebuah Sekolah Dasar sedang ada absen kelas…

Guru: “Nana Yuliani!”

Nana: “Saya, Bu!”

Guru: “Denny Hutagalung!”

David: “Saya, Bu!”

Guru: “Tono Surtono M!”

Tono: “Saya, Bu!”

Guru: “Tono, tolong sini sebentar…”

Tono: “Kenapa, Bu Guru?”

Guru: “Ibu agak nggak suka sama nama kamu. Kalo udah Tono, jangan pake Surtono lagi. Jadinya aneh. Bilangin itu ke bapak kamu, ya!?”

Tono: “Iya, Bu!”

Guru: “Ngomong-ngomong, M-nya itu singkatan dari apa?”

Tono: “Martono, Bu!”

———————————————————————————————-

Karya Ilmiah

Di ruang perpustakaan sekolah sedang terjadi diskusi serius antara guru dengan seorang muridnya yang ingin sekali menjadi anggota ekstrakulikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR).
Guru : “Apa yang dapat kamu sumbangkan untuk KIR sekolah kita?”
Murid: “Sebuah penemuan dari penelitian yang saya lakukan sendiri.”
Guru : “Apa itu?”
Murid: “Menggabungkan (stek) 2 jenis tumbuhan yang sangat berlainan species. Dan ternyata berhasil.”
Guru : “Apa 2 jenis tumbuhan itu…?”

Murid: “Kelapa dan singkong.”
Guru : (Terdiam, sepertinya tidak percaya). “Lalu apa yang terjadi dengan kedua tumbuhan itu?”
Murid: “Jadi getuk.”

———————————————————————————————–

Ga Usah Bayar

Sepulang sekolah Budi dengan gembira membawa membawa hasil UAN nya di SMP, dan ayahnya pun bertanya

Ayah: “Wah kelihatanya gembira sekali bud, kamu lulus yah…?”
Budi: “Bukan itu pah…”

Ayah: “Terus apa..??”
Budi: “Tahun depan ayah tidak perlu repot-repot bayarin sekolah masuk ke SMA.”

Ayahnya pun tertawa dengan riang

Ayah: “Yang bener? Wah kamu dapat Beasiswa yah?!?!”
Budi: “Bukan pah, saya tidak lulus pah…

———————————————————————————————–

Pelajaran Bahasa Indonesia

Kelas yang tadi ribut-ribut tanpa guru, kini menjadi sunyi. Guru Bahasa Indonesiayang paling ditakuti dan
disegani oleh semua murid telah masuk ke dalam kelas.

Murid-murid : Selamat pagi, Bu Guru!
Bu Guru (dengan suara melengking) : Mengapa bilang selamat pagi saja? Kalau begitu siang, sore dan malam kalian mendoakan saya tidak selamat ya?
Murid-murid : Selamat pagi, siang dan sore Bu Guru…..
Bu guru : Kenapa panjang sekali? Tidak pernah orang mengucapkan selamat seperti itu! Katakan saja selamat sejahtera, bukankah lebih bagus didengar Dan penuh makna? Lagipula ucapan ini meliputi semua masa Dan keadaan.
Murid-murid : Selamat sejahtera Bu Guru!
Bu guru : Sama-sama, duduk! Dengar sini baik-baik.
Hari ini Bu Guru mau menguji kalian semua tentang perlawanan kata
atau antonim kata. Kalau Bu Guru sebutkan perkataannya,
kamu semua harus cepat menjawabnya dengan lawan katanya, mengerti?
Murid-murid : Mengerti Bu Guru…
Guru : Pandai!
Murid-murid : Bodoh!
Guru : Tinggi!
Murid-murid : Rendah!
Guru : Jauh!
Murid-murid : Dekat!
Guru : Berjaya!
Murid-murid : Menang!
Guru : Salah itu!
Murid-murid : Betul ini!
Guru (geram) : Bodoh!
Murid-murid : Pandai!
Guru : Bukan!
Murid-murid : Ya!
Guru (mulai pusing) : Oh Tuhan!
Murid-murid : Oh Hamba!
Guru : Dengar ini…
Murid-murid : Dengar itu…
Guru : Diam!!!!!
Murid-murid : Ribut!!!!!
Guru : Itu bukan pertanyaan, bodoh!!!
Murid-murid : Ini adalah jawaban, pandai!!!
Guru : Mati aku!
Murid-murid : Hidup kami!
Guru : Sayarotan baru tau rasa!!
Murid-murid : Kita akar lama tak tau rasa!!
Guru : Malas aku ngajar kalian!
Murid-murid : Rajinkami belajar bu guru…
Guru: Kalian Gila semua!!!
Murid-murid : Kami waras sebagian!!!
Guru : Cukup! Cukup!
Murid-murid : Kurang! Kurang!
Guru : Sudah! Sudah!
Murid-murid : Belum! Belum!
Guru : Mengapa kamu semua bodoh sekali?
Murid-murid : Sebab saya seorang pandai!
Guru : Oh! Melawan, ya??!!
Murid-murid : Oh! Mengalah, tidak??!!
Guru : Kurang ajar!
Murid-murid : Cukup ajar!
Guru : Habis aku!
Murid-murid : Kekal kamu!
Guru (putus ASA) : O.K. Pelajaran sudah habis!
Murid-murid : K.O. Pelajaran belum mulai!
Guru : Sudah, bodoh!
Murid-murid : Belum, pandai!
Guru : Berdiri!
Murid-murid : Duduk!
Guru : Bego kalian ini!
Murid-murid : Cerdik kami itu!
Guru : Rusak!
Murid-murid : Baik!
Guru (stres) : Kamu semua ditahan siang Hari ini!!!
Murid-murid : Dilepaskan tengah malam itu!!!

Bu Guru mukanya merah padam dan tanpa bicara lagi mengambil buku-bukunya dan keluar ruangan

———————————————————————————————————————–
DIPECAT

Seorang pria mendapat pekerjaan sebagai penjaga malam di
sebuah pabrik. Di pabrik itu sering terjadi pencurian yang dilakukan
oleh para pekerja yang mendapat giliran masuk malam. Jadi setiap
pagi saat para pekerja malam mulai meninggalkan pabrik, mereka
harus melewati pos penjagaan. Di pos itu, penjaga memeriksa tas
dan saku para pekerja malam itu, untuk memastikan tidak ada
sesuatu yang dicuri. Segala sesuatu berjalan lancar pada malam
pertama si penjaga malam itu bekerja. Lalu muncul seorang pria
yang mendorong satu kereta sorong yang penuh dengan koran.
Aha, pikir pejaga itu, “Dipikir dia bisa menyembunyikan barang
yang dicurinya di bawah tumpukan koran itu.”
Si penjaga memindahkan semua koran, tapi ia tidak menemukan
sesuatupun barang dibalik tumpukan koran itu. Namun, si penjaga
merasa bahwa pria ini bertingkah agak aneh, maka dia menanyakan
untuk apa koran-koran sebanyak itu dibawanya.
“Saya mendapat sedikit tambahan uang dari koran-koran yang didaur
ulang. Maka saya selalu pergi ke ruang makan dan mengambil
semua koran yang tidak terpakai dan terbuang.”
Akhirnya, si penjaga mengijinkan pria itu pergi, tapi dia memutuskan
untuk terus mengawasi pria itu. Malam-malam berikutnya terjadi hal
yang sama. Minggu demi minggu pun berlalu. Pria yang sama selalu
mendorong sekeranjang penuh koran melewati pos penjagaan.
Si penjaga selalu memeriksa kereta sorong itu dan dia tidak
menemukan barang apapun. Suatu malam, sesudah setahun
berlalu, si penjaga menerima pesan agar dia segera menghadap
supervisornya. Dia bergegas menuju kantor supervisornya, dan
sebelum dia sempat mengucapkan sepatah katapun, boss-nya
berkata, “Kamu dipecat!”
“Dipecat?” tanya si penjaga itu dgn keheranan. “Tapi apa alasannya?
Apa yang telah saya lakukan?”
“Sudah menjadi tugasmu untuk memastikan bahwa tidak seorangpun
dapat mencuri sesuatupun dari pabrik ini, namun kamu gagal. Jadi,
kamu dipecat!”
“Tunggu dulu, apa maksudnya gagal. Tak seorang pun mencuri
sesuatu dari tempat ini selama saya menjaganya.”
“Oh, ya,” jawab si boss. “Lalu bagaimana penjelasanmu tentang
hilangnya 365 kereta sorong?”

———————————————————————————————-
PENGALAMAN KAKEK

Seorang kakek bercerita tentang pengalamannya sewaktu berperang
pada jaman tempo doeloe. Percakapan mereka sebagai berikut:
kakek :”Dulu opa pergi berperang, ketika opa dan teman-teman opa
akan pergi menyerang musuh pakai pesawat, ternyata di tengah
perjalanan pesawat kami tertembak oleh musuh sehingga pesawat
kami hancur dan semua yang ada dipesawat itu meninggal termasuk
sang pilot” cerita kakek dengan bangga.
cucu :Dengan nada heran
“Tapi kenapa opa sampai sekarang masih hidup ?”
kakek :Menjawab dengan penuh kebanggaan
” Karna opa ketinggalan pesawat !!!”

7 comments on “Senyum

  1. Bahasa tulisan memang membuat kita tersenyum bahkan sampai terbahak-bahak!
    Terbukti……!
    Rutinitas bekerja yang jenuh, terobati dengan membaca “Senyum”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s